The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn't see are now so clear to me
You are my everything
Nothing your love won't bring
My life is yours alone
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything
Now all my hopes and all my dreams
are suddenly reality
you've opened up my heart to feel
a kind of love that's truly real
a guiding light that'll never fade
there's not a thing in life that I would ever trade
for the love you give it won't let go
I hope you'll always know
You're the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)
You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won't bring (nothing your love won't bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always bebe my everything
[almost spoken:] Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything
My Story... isinya berupa keseharian ku yang menarik, serta cerita-cerita fiksi yang ku buat. aku juga mencoba untuk memposting berita-berita tentang apa saja, yang bisa menambah pengetahuan bagi yang membacanya.
Sabtu, 12 Maret 2011
Kamis, 10 Maret 2011
Santa
Aku tau semua konsekuensi dari apa yang aku lakukan...
Aku sadar dengan hal itu semua...
sedikit banya, aku telah menyiapkan hati...
tapi kenapa rasanya tetap sakit...
Aku cuma ingin kau jujur pada hatimu...
aku akan menunggu sampai kamu berkata jujur...
aku akan menyiapkan semuanya
Aku sadar dengan hal itu semua...
sedikit banya, aku telah menyiapkan hati...
tapi kenapa rasanya tetap sakit...
Aku cuma ingin kau jujur pada hatimu...
aku akan menunggu sampai kamu berkata jujur...
aku akan menyiapkan semuanya
Senin, 27 Desember 2010
letter for park jung soo aka lee teuk
you can make me smile
you can make me cry
you can make me happy
you can make me sad
you can make me worry
you can make me affraid
I'm jealous with peoples whom near from you
I'm jealous with someone whom ever you love
I'm jealous with peoples whom ever smile with you
I'm jealous with peoples who can make you happy
Every night I pray, hope I can meet you
I hope I have a chance to be with you
I'm happy can see you although by videos
I'm happy, couse God was creat you
When you say, lee teuk isn't jung soo
you look like wanna cry
but didn't you know?
jung soo is very good
jung soo have lee teuk, but lee teuk didn't have jung soo
maybe jung soo and lee teuk have different character
but I will always love you...
you as jung soo or you as lee teuk...
keep smile every time, every where..
my love always for you...
don't be sad again oppa...
sarangheyo oppa...
you can make me cry
you can make me happy
you can make me sad
you can make me worry
you can make me affraid
I'm jealous with peoples whom near from you
I'm jealous with someone whom ever you love
I'm jealous with peoples whom ever smile with you
I'm jealous with peoples who can make you happy
Every night I pray, hope I can meet you
I hope I have a chance to be with you
I'm happy can see you although by videos
I'm happy, couse God was creat you
When you say, lee teuk isn't jung soo
you look like wanna cry
but didn't you know?
jung soo is very good
jung soo have lee teuk, but lee teuk didn't have jung soo
maybe jung soo and lee teuk have different character
but I will always love you...
you as jung soo or you as lee teuk...
keep smile every time, every where..
my love always for you...
don't be sad again oppa...
sarangheyo oppa...
cinta di malam natal
malam natal, adalah malam yang penuh kasih bagi umat cristiani...
aku adalah seorang muslim yang turut merasakan keindahan di malam natal..
saat itu aku dipojokkan pada sebuah pernyataan cinta yang cukup membuat hati ku tak karuan..
bimbang karena dia terikat pada sebuah hubungan, senang karena karakter yang di miliki, dan akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya..
aku tau mungkin ini salah, tapi aku mencoba untuk bersikap jujur pada saat itu..
semoga jalan yang aku ambil di malam natal itu akan baik nantinya...
aku adalah seorang muslim yang turut merasakan keindahan di malam natal..
saat itu aku dipojokkan pada sebuah pernyataan cinta yang cukup membuat hati ku tak karuan..
bimbang karena dia terikat pada sebuah hubungan, senang karena karakter yang di miliki, dan akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya..
aku tau mungkin ini salah, tapi aku mencoba untuk bersikap jujur pada saat itu..
semoga jalan yang aku ambil di malam natal itu akan baik nantinya...
Kamis, 30 September 2010
photograph
Senin, 05 Juli 2010
Who am I?
Nobody knows who I really am
I never felt this empty before
And if I ever need someone to come along,
Who's gonna comfort me, and keep me strong?
Nobody knows who I really am
Maybe they just don't give a damn
But if I ever need someone to come along
I know you would follow me, and keep me strong
I want you to know who I really am
I never thought I'd feel this way towards you
And if you ever need someone to come along,
I will follow you, and keep you strong
lagu yang bisa bikin kita tersentuh dan itu benar-benar terjadi pada ku...
I never felt this empty before
And if I ever need someone to come along,
Who's gonna comfort me, and keep me strong?
Nobody knows who I really am
Maybe they just don't give a damn
But if I ever need someone to come along
I know you would follow me, and keep me strong
I want you to know who I really am
I never thought I'd feel this way towards you
And if you ever need someone to come along,
I will follow you, and keep you strong
lagu yang bisa bikin kita tersentuh dan itu benar-benar terjadi pada ku...
Senin, 03 Mei 2010
wayang gong
Sanggar Pasopati yang didirikan oleh M. Saleh, telah 14 tahun bergelut dengan Wayang Gong. 14 tahun tentu bukanlah waktu yang sebentar. Banyak suka dan duka yang dialami oleh para anggota sanggar tersebut.
Namun, sepertinya kesenian Wayang Gong mulai tak terlihat lagi sinarnya seperti dulu, maka dari itu Pemerintah meminta sanggar Pasopati untuk memainkan Wayang Gong pada acara “Kongres Budaya Banjar II”. Wayang Gong itu sendiri dimainkan pada tanggal 6 April 2010, pukul 21.00 WITA.
Pertunjukan Wayang Gong kali ini mengambil cerita dan pakem dari Ramayana, yang berjudul Gerhana Cinta Membawa Pengorbanan, dimana terdapat cerita tentang kesatria, saat hanoman menyelamatkan dewi shinta yang telah diculik oleh Rahwana (Prabu Dasamuka).
Para pemain:
Negara Pancawati:
Prabu Rama
Dewi Shinta
Bupati Sargiwa
Hanoman
Raden Anggada
Raden Amila
Raden Satabali
Raden Balisata
Negara Alengka:
Prabu Dasamuka
Bupati Rasikala
Bupati Margasing
Batara Mariam
Arya Bukbis
Niang Sadasta
Niang Mulantani
Raden Indrajit
4 Aspek dalam Seni Pertunjukan yang terdapat dalam Wayang Gong
Aspek Manusia
Manusia Sebagai Homokreator
Homokreator berarti pencipta seni pertunjukan. Jadi pencipta kesenian wayang Gong adalah Abdul Muluk dan tetuha atau sesepuh budaya.
Sejarah Singkat Wayang Gong
Pada awalnya, Abdul Muluk membawa kesenian Dalmuluk dari Pahat, Malaysia ke Sumatera. Kemudian beliau membawa kesenian tradisi Dalmuluk itu ke Kalimantan. Di Kalimantan, kesenian Dalmuluk dibagi menjadi dua, yaitu Dalmuluk Cabang dan Dalmuluk Mamanda. Pada akhirnya tetuha atau sesepuh seni (budaya) memberikan unsur-unsur seni tradisi khas kalimantan dalam kedua Dalmuluk tersebut dan mengubah namanya. Dalmuluk cabang dikenal sebagai Wayang Gong dan Dalmuluk Mamanda dikenal sebagai Mamanda, yang akhirnya kedua teater tersebut menjadi teater tradisi kalimantan selatan.
Manusia Sebagai Subjek Matter
Manusia sebagai subjek matter berarti orang yang mengarahkan dinamika dalam seni pertunjukan.
Dalam pertunjukan tersebut ada 3 orang yang menjadi subjek matter. Ke-3 orang itu juga merupakan orang lama dalam sanggar pasopati yang berarti telah lama pula menggeluti wayang gong. Mereka adalah Dalang Ucok Ramanggala, Pambakal Rahmadi, dan Dalang Idris.
Manusia Sebagai seniman Primus Inter Pares
Primus Inter Pares berarti yang terbaik dari yang terbaik.
Jika dilihat dalam logika, yang terbaik dari yang terbaik dalam sebuah pertunjukan, tentu orang yang mengarahkan dinamika dalam seni pertunjukan. Namun dalam teater tradisi, yang terbaik dari yang terbaik merupakan aktornya, yaitu Dalang Ucok Ramanggala, sebagai Prabu Dasamuka. Karena beliau mampu berimprofisasi dengan baik, mampu menghidupkan kembali suasana yang telah bosan, mampu berinteraksi dengan penonton.
Aspek Pertunjukan
Pra Pertunjukan
Sebelum pertunjukan berlangsung, ada beberapa hal yang mereka lakukan, yaitu:
- Setting panggung
- Make-up
Pertunjukan:
Dalam aspek berikut, merupakan segala sajian yang terdiri dari realitas panca indra.
Pertunjukan tersebut menggunakan panggung yang berbentuk semi arena (tapal kuda) yang bagian atasnya dikelilingi dengan hiasan-hiasan dari janur. Properti yang di gunakan, meja, diiringi dengan musik gamelan. Peralatan dari gamelannya berupa satu set gamelan lengkap. Hand profnya tongkat kecil berwarna hitam yang ujungnya diberi warna putih. Perlengkapan lain berupa mikrophone 4 buah, wireless clip on 2 buah, kostum yang digunakan di dominasi dengan pakaian kerajaan, namun selain itu ada pula yang menggunakan kostum kera (hanoman).
Kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam pertunjukkan tersebut.
Kekurangan:
- Pemain kurang optimal dalam berlakon. Karena terdapat beberapa kecelakaan yang kecil yang tidak mampu diatasi dengan improvisasi, dan ada pula pemain yang hanya setengah-setengah melakukan aktingnya (seperti dewi shinta).
- Tidak sadar penonton (tidak memperhatikan bloking)
- Pemain yang tidak berlakon (statis) lepas dari suasana.
- Suara kurang jelas
Kelebihan:
- Gerakan tari bagus. (gerakan yang menyerupai gerakan wayang kulit)
- Make-upnya sederhana namun pas
- Para pemain musik sudah mahir dalam memainkan gamelannya.
Pasca Pertunjukan:
Hal-hal yang dilakukan setelah pertunjukan selesai:
- Pembebasan karakter tokoh.
- pemberesan setting panggung
- pembersihan make-up
- pembagian gaji
Aspek Penonton
Penonton biasa: 40%
Penonton Apresiator: 50%
Penonton Kritikus: 10%
Aspek Management
Management yang digunakan dalam sanggar Pasopati adalah management tradisi. Walaupun terdapat pembagian tugas, namun tidak sekomplit atau seprofesional management modern. Dalam Sanggar Pasopati tidak mengenal pengiriman proposal, akan melakukan pertunjukan jika diminta, seberapa pun bayaran yang akan diterima. Yang utama adalah dilakukan oleh seniman tradisi di pedesaan.
Namun, sepertinya kesenian Wayang Gong mulai tak terlihat lagi sinarnya seperti dulu, maka dari itu Pemerintah meminta sanggar Pasopati untuk memainkan Wayang Gong pada acara “Kongres Budaya Banjar II”. Wayang Gong itu sendiri dimainkan pada tanggal 6 April 2010, pukul 21.00 WITA.
Pertunjukan Wayang Gong kali ini mengambil cerita dan pakem dari Ramayana, yang berjudul Gerhana Cinta Membawa Pengorbanan, dimana terdapat cerita tentang kesatria, saat hanoman menyelamatkan dewi shinta yang telah diculik oleh Rahwana (Prabu Dasamuka).
Para pemain:
Negara Pancawati:
Prabu Rama
Dewi Shinta
Bupati Sargiwa
Hanoman
Raden Anggada
Raden Amila
Raden Satabali
Raden Balisata
Negara Alengka:
Prabu Dasamuka
Bupati Rasikala
Bupati Margasing
Batara Mariam
Arya Bukbis
Niang Sadasta
Niang Mulantani
Raden Indrajit
4 Aspek dalam Seni Pertunjukan yang terdapat dalam Wayang Gong
Aspek Manusia
Manusia Sebagai Homokreator
Homokreator berarti pencipta seni pertunjukan. Jadi pencipta kesenian wayang Gong adalah Abdul Muluk dan tetuha atau sesepuh budaya.
Sejarah Singkat Wayang Gong
Pada awalnya, Abdul Muluk membawa kesenian Dalmuluk dari Pahat, Malaysia ke Sumatera. Kemudian beliau membawa kesenian tradisi Dalmuluk itu ke Kalimantan. Di Kalimantan, kesenian Dalmuluk dibagi menjadi dua, yaitu Dalmuluk Cabang dan Dalmuluk Mamanda. Pada akhirnya tetuha atau sesepuh seni (budaya) memberikan unsur-unsur seni tradisi khas kalimantan dalam kedua Dalmuluk tersebut dan mengubah namanya. Dalmuluk cabang dikenal sebagai Wayang Gong dan Dalmuluk Mamanda dikenal sebagai Mamanda, yang akhirnya kedua teater tersebut menjadi teater tradisi kalimantan selatan.
Manusia Sebagai Subjek Matter
Manusia sebagai subjek matter berarti orang yang mengarahkan dinamika dalam seni pertunjukan.
Dalam pertunjukan tersebut ada 3 orang yang menjadi subjek matter. Ke-3 orang itu juga merupakan orang lama dalam sanggar pasopati yang berarti telah lama pula menggeluti wayang gong. Mereka adalah Dalang Ucok Ramanggala, Pambakal Rahmadi, dan Dalang Idris.
Manusia Sebagai seniman Primus Inter Pares
Primus Inter Pares berarti yang terbaik dari yang terbaik.
Jika dilihat dalam logika, yang terbaik dari yang terbaik dalam sebuah pertunjukan, tentu orang yang mengarahkan dinamika dalam seni pertunjukan. Namun dalam teater tradisi, yang terbaik dari yang terbaik merupakan aktornya, yaitu Dalang Ucok Ramanggala, sebagai Prabu Dasamuka. Karena beliau mampu berimprofisasi dengan baik, mampu menghidupkan kembali suasana yang telah bosan, mampu berinteraksi dengan penonton.
Aspek Pertunjukan
Pra Pertunjukan
Sebelum pertunjukan berlangsung, ada beberapa hal yang mereka lakukan, yaitu:
- Setting panggung
- Make-up
Pertunjukan:
Dalam aspek berikut, merupakan segala sajian yang terdiri dari realitas panca indra.
Pertunjukan tersebut menggunakan panggung yang berbentuk semi arena (tapal kuda) yang bagian atasnya dikelilingi dengan hiasan-hiasan dari janur. Properti yang di gunakan, meja, diiringi dengan musik gamelan. Peralatan dari gamelannya berupa satu set gamelan lengkap. Hand profnya tongkat kecil berwarna hitam yang ujungnya diberi warna putih. Perlengkapan lain berupa mikrophone 4 buah, wireless clip on 2 buah, kostum yang digunakan di dominasi dengan pakaian kerajaan, namun selain itu ada pula yang menggunakan kostum kera (hanoman).
Kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam pertunjukkan tersebut.
Kekurangan:
- Pemain kurang optimal dalam berlakon. Karena terdapat beberapa kecelakaan yang kecil yang tidak mampu diatasi dengan improvisasi, dan ada pula pemain yang hanya setengah-setengah melakukan aktingnya (seperti dewi shinta).
- Tidak sadar penonton (tidak memperhatikan bloking)
- Pemain yang tidak berlakon (statis) lepas dari suasana.
- Suara kurang jelas
Kelebihan:
- Gerakan tari bagus. (gerakan yang menyerupai gerakan wayang kulit)
- Make-upnya sederhana namun pas
- Para pemain musik sudah mahir dalam memainkan gamelannya.
Pasca Pertunjukan:
Hal-hal yang dilakukan setelah pertunjukan selesai:
- Pembebasan karakter tokoh.
- pemberesan setting panggung
- pembersihan make-up
- pembagian gaji
Aspek Penonton
Penonton biasa: 40%
Penonton Apresiator: 50%
Penonton Kritikus: 10%
Aspek Management
Management yang digunakan dalam sanggar Pasopati adalah management tradisi. Walaupun terdapat pembagian tugas, namun tidak sekomplit atau seprofesional management modern. Dalam Sanggar Pasopati tidak mengenal pengiriman proposal, akan melakukan pertunjukan jika diminta, seberapa pun bayaran yang akan diterima. Yang utama adalah dilakukan oleh seniman tradisi di pedesaan.
Langganan:
Postingan (Atom)



